memento mori


kini, pada titik ini, ketika sadar bahwa tak ada yang abadi, persoalannya kemudian: seperti apa kita ingin dikenang?

4 Responses to “memento mori”

  1. bob Says:

    kita ingin dikenang bukan atas dosa yang tlah kita jalani,karena nama adalah abadi,dan bukanlah raga……

  2. yan Says:

    kita mungkin harus menjadi gila…yang memandang setiap sudut dari cara yang gila pula. salom. -al mukarrom Soxenk karromallohu rijluh-

  3. Next SuYaR Says:

    graviti saja tulisan KEPOLISIAN DAERAH DIY dengan pilok kemudian diganti dengan nama POKIJAN… dan NAMA itu akan tetap dikenang.

  4. icycha Says:

    seperti apa adanya?

Leave a Reply